Sunday, February 7, 2010

Sistemik...?

Sistemik dan Teori Relativitas Einstein
Himawan Kusprianto http://himawankusprianto.wordpress.com

Akhir-akhir ini istilah sistemik nampaknya sedang naik daun. Sampai-sampai selebritis dan ujian nasional serta merta mengunakan istilah sistemik. Lantas apa kaitan sistemik sama Einstein? apakah teori sistemik ada korelasinya dengan teori relativitasnya Om Einstein?

Perdebatan, judgement, hipotesis tentang sistemik seakan tak pernah lekang menghiasi layar kaca maupun media cetak dan elektronik. Apa lagi kalo bukan kasus sistemik-nya bank century yang telah menyita sebagian besar masyarakat Indonesia. Berbagai pro kontra antara anggapan sistemik dan non sistemik telah mencuat ke area publik. Lalu manakah yang paling benar?

Sebagian pengamat menganggap Century adalah bank kecil atau non sistemik, yang tidak terlalu signifikan mempengaruhi industri perbankan apabila ditutup. Anggapan ini didasarkan pada literatur sistemik, yaitu paling tidak terdapat dua indikator. Pertama adalah too big to fail, atau terlalu besar untuk gagal, ukurannya bisa aset, portfolio likuiditas dsb. Kemudian yang kedua adalah too connected to fail, atau terlalu banyak yang tergantung atau dependen dengan bank tersebut. Tidak harus besar memang, tapi bank tersebut banyak terhubung dengan bank-bank lain dalam satu industri. Dengan literatur ini, sangat wajar apabila Century tidak termasuk bank sistemik.

Namun ternyata sebagian pengamat beranggapan perlu adanya faktor lain, yakni psikologi, tepat nya pengaruh contagion effect yang dapat meruntuhkan sendi-sendi industri perbankan walaupun sekecil apapun riaknya. indikator ini didasarkan pada kondisi krisis 2008 lalu mirip yang terjadi pada saat 1998. Kondisi ekonomi global yang merosot drastis dampak krisis mortgage di Amerika, dan diikuti oleh perekonomian di seluruh negara.

Pada saat itu kondisi likuiditas di dunia hampir pada titik nadir, tingkat pengangguran meningkat, harga saham di seluruh dunia merosot drastis, seluruh investment banking atau perusahaan investasi mengalami kerugian yang besar dan pada gilirannya menarik seluruh portfoilio investasinya termasuk di Indonesia. Kondisi likuiditas perbankan Indonesia walaupun pada saat itu masih cukup tinggi tapi ternyata muncul distrust di pasar uang antar bank. Ini telah menimbulkan segmentasi di perbankan, IHSG juga turun drastis, kondisi ekonomi melesu dan fakta-fakta ekonomi makro yang membuat deg-degan para pemangku kepentingan pada saat itu.

Dalam kondisi galau tersebut, tiba-tiba bank Century mengalami kerugian yang kita tahu semua sebagai akibat membeli obligasi bodong Antaboga, yang berujung pada permohonan bailout oleh LPS. KKSK pada waktu itu tidak mau ambil risiko apabila bank Century tidak ditolong, karena aspek psikology pada saat itu sangat mungkin memunculkan kekhawatiran yang semakin jauh dari industri dan masyarakat secara umum.

Lalu siapakah yang benar? Kalau berbicara ilmu ekonomi, walaupun banyak rumus matematika digunakan tetap saja masuk dalam taksonomi ilmu sosial. Kita tahu bersama bahwa ilmu sosial lebih banyak pada judgement, pengambilan keputusan yang semuanya serba kualitatif. Pun dalam ilmu statistik sosial, masih dimungkinkan pengambilan keputusan dengan adanya tingkat kesalahan yang biasa dikenal dengan derajat keyakinan atau confident level.

Sebenarnya mungkin salah satu jawabannya adalah relatif. Kata relatif inilah yang telah dijelaskan oleh einstein dan sampai sekarang belum ada teori yang bisa menyanggahnya. Filosifinya, kalau kita membandingkan antara orang jalan dengan orang naik motor, pasti motor relatif lebih cepat dari jalan. Selanjutnya kalau motor dengan mobil formula 1-nya Shumi, pasti schumi relatif lebih cepat dari motor. Lalu apakah formula 1 tersebut sangat cepat. Ada yang bilang iya, ada yang bilang tidak, karena kembali lagi ke kata “relatif”. Relatif dengan apa? dengan pesawat jet misalnya, atau dengan pesawat ulang alik atau dengan kecepatan cahaya seperti dalam rumus Einstein.

Kesimpulannya mungkin Century relatif kecil, misalnya apabila dibanding Mandiri atau BCA, tapi ternyata kecilnya century tadi juga relatif berdampak sistemik karena kejadiannya pada saat kondisi makro maupun mikro ekonomi sangat tidak kondusif. Kalau saja Century ditutup pada kondisi normal mungkin tidak akan berdampak apapun terhadap Industri…

Jadi silahkan simpulkan sendiri? apakah Century “relatif” berdampak sistemik atau tidak.

No comments: