Apa itu chip? seberapa aman ATM menggunakannya?
Himawan Kusprianto ( http://himawankusprianto.wordpress.com )
Kasus pembobolan ATM baru-baru ini telah menyita ruang publik. Sebagian orang mulai skeptis dengan ragam bentuk elektronisasi sistem pembayaran. Karena hal ini nyata-nyata hanya mengakomodir kenyamanan pembayaran, namun disisi lain menafikkan keamanan penggunanya. Beberapa publik figur bahkan ikut-ikutan menggiring opini pesimisme perkembangan teknologi pembayaran dengan mencuatkan ungkapan seakan lebih baik menggunakan cara-cara kuno untuk menyimpan uang, seperti mulan yang melontarkan ide untuk menyimpan uang dibantal misalnya…sungguh ironis.
Apakah kita akan menyerah begitu saja? akankah kehidupan justru menjadi lebih sulit jikalau kita skeptis dengan perkembangan inovasi pembayaran ini. Tak kala negara lain ekonominya tumbuh pesat sebagai dampak infrastruktur pembayaran yang efisien kenapa kita mesti memilih mundur kebelakang hanya karena kejadian yang sebenarnya bisa kita hindari.
Kembali kemasalah pembobolan ATM. Sebenarnya ada lho teknologi yang dapat menghindari pratek-praktek skimming seperti yang terjadi di Bali baru baru ini. Apa itu? chip. Teknologi ini dalu lebih dikenal dengan smart card. Chip atau smart card merupakan kartu dengan integrated circuit yang dapat menyimpan dan memproses data. dengan teknologi ini tidak lagi dimungkinkan kasus skimming seperti kejadian pembobolan ATM melalui pencurian informasi kartu pada magnetic stripe.
Memang sih kedepan kita tidak tahu apakah teknologi chip ini cukup aman. sekarang saja sudah ada hacker di amerika yang berhasil membobol teknologi chip. Jadi ya memang ujung-ujungnya perlu kita sendiri menggawangi keamanan penggunaan kartu2 kita.
Ada sedikit tips mungkin berguna..
Satu-satunya cara yang paling aman saat ini adalah penjagaan dan pengelolaan PIN secara bijak. Setidaknya ada empat hal yang perlu dilakukan. Pertama, agar masyarakat merahasiakan nomor PIN yang dimiliki. Jangan pernah memberikan kepada orang lain bahkan orang yang sangat dipercaya sekalipun. Kedua jangan menggunakan PIN yang mudah ditebak seperti tanggal lahir. Ketiga, selalu mengganti PIN secara rutin. Sulit memang, karena ada potensi lupa. Tapi ini merupakan cara efektif untuk menghindari pengintaian nomor PIN kita. Kelima adalah aware terhadap lingkungan sekitar terutama pada saat memencet nomor PIN.
Upaya lainnya adalah menggunakan kartu pembayaran benar-benar murni sebagai alat bayar. Artinya apa? Kita perlu memilah-milah dengan bijak dalam menggunakan rekening tabungan. Adakalanya perlu dipisahkan antara tabungan yang digunakan untuk motif pembayaran dan tabungan untuk motif berjaga-jaga. Untuk tabungan, sebisa mungkin hanya diambil apabila ada keperluan penting sehingga diupayakan seminimal mungkin menggunakan kartu. Sementara itu tabungan untuk motif transaksi penempatan dananya diupayakan hanya sebesar nilai untuk kepentingan transaksi rutin saja. Pun risiko kehilangan uang apabila terjadi kasus seperti diatas, jumlahnya dapat diminimalisir.
Sunday, February 7, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment